PostHeaderIcon Nial Djuliarso – The Jazz Soul of Ismail Marzuki

alt

Semua tentu mengenal Ismail Marzuki . Seru juga nih, kalau kita bisa menikmati album yang berisi karya-karyanya. Nial Djuliarso dalam album The Jazz Soul of Ismail Marzuki bakal memanjakan telinga kita. Kita simak yuk, review album yang ditulis Thomas Anggoro dalam Wartajazz.com berikut ini.

Bagi masyarakat Indonesia, nama Ismail Marzuki selalu terkait dengan sejarah perjuangan, terutama dalam kerangka waktu masa kemerdekaan. Nyata, pada lagu-lagu ciptaanya, Bang Maing banyak memuat lirik bertendensi nasionalis, patriotik, kisah cinta yang unik, hingga kejadian sehari-hari. Gubahan Bang Maing lebih sering dijumpai dalam aransemen keroncong, seriosa, ataupun orkes. Hanya sedikit musisi jazz Indonesia yang pernah membawakan tembang Ismail Marzuki, namun setidaknya mendiang Bill Saragih pernah memainkan “Selendang Sutra,” berirama swing dalam album Bill Saragih Sings ‘n Plays (Suryanada Indah Pratama, 1997).

Nial Djuliarso pun sempat menampilkan karya Ismail Marzuki pada kedua album terdahulu, “Juwita Malam” (Nial Djuliarso at Juilliard, 2006), dan “Sabda Alam” (New Day New Hope, 2008).

Kecintaan Nial atas komposisi Ismail Marzuki, terwujud pada album ketiganya ini, The Jazz Soul of Ismail Marzuki yang mendaftar sebelas tembang Ismail Marzuki dalam aransemen segar dan variatif. Pada sampul belakang pula tertulis sub-judul tiap trek tentang nada dasar dan gaya musiknya. Album ini digarap di Lofish Studio, New York oleh Reed Taylor, dengan musisi pendukung Joonsam Lee (kontrabas), Othman Djuliarso (drum), serta saksofonis tenor Ken Fowser (khusus trek pertama).

Nomor pembuka adalah “Indonesia Pusaka” yang berdenyut shuffle (swing), melodi utama dimainkan lewat tiupan saksofon tenor Ken Fowser. Tidak melulu swing, Nial juga menyertakan irama latin dalam “Aryati,” santai bergaya rhumba dan terdengar seperti musik dansa. Aroma bebop tercium kuat dalam sajian “Halo – Halo Bandung” dan “Kopral Jono” yang ditampilkan lewat kecepatan tinggi secara cekatan dan presisisi.

Canggihnya Nial bermain piano terekam jelas pada trek penutup “Sepasang Mata Bola” yang ditampilkan solo tanpa iringan terhias beat rhumba serta banyak menggunakan teknik arpeggio. Dalam nomor pamungkas ini, kentara betul bahwa ia adalah pianis jazz kawakan dengan permainan rapi pun tafsiran yang intuitif. Tentang Ismail Marzuki, Nial menuturkan, “Ia turut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia lewat lagu dan liriknya, dan menginspirasi banyak orang untuk tetap berjuang dan tidak menyerah,” ujarnya. Terlebih, ia menegaskan, “Sebagai orang Indonesia, patutlah kita bangga memiliki seseorang macam Ismail Marzuki!”

 

Album: The Jazz Soul of Ismail Marzuki
Label: Omega Pacific Production Records, 2011

01. Indonesia Pusaka
02. Aryati
03. Halo – Halo Bandung
04. Saputangan Dari Bandung Selatan
05. Selendang Sutra
06. Bandung Selatan Di Waktu Malam
07. Kopral Jono
08. Rayuan Pulau Kelapa
09. Jangan Ditanya
10. Kunang – Kunang
11. Sepasang Mata Bola

(Info ini hadir dalam Friendly & Jazz, Kamis 19 Mei 2011 pk. 13.00 - 15.00 WIB. Sumber berita dan gambar : Wartajazz.com)


Terakhir Diupdate (Jumat, 27 Mei 2011 05:39)

 

PostHeaderIcon Temukan Kami di Facebook

Find us on Facebook
Visitors Counter
115306
Hari IniHari Ini1480
KemarinKemarin1625
Minggu IniMinggu Ini11545
Bulan IniBulan Ini15023
Setiap HariSetiap Hari1153061
Browse this website in: