PostHeaderIcon BASSGENK

ini video mereka, yang dipersembahkan khusus untuk Surabaya yang berulang tahun ke-718, tanggal 31 Mei.

 

Pernah penasaran apa jadinya bila sebuah komunitas musik bertransformasi menjadi sebuah grup band? Inilah yang terjadi pada Bassgenk, grup yang terbentuk dari sebuah komunitas pemain bass satu tahun lalu. Beranggotakan empat orang pemain bass; Rony, Satria, Sandi dan Dhika, Bassgenk menjadi tempat bagi para anggotanya untuk menuangkan hasrat mereka dalam bermusik dan juga kecintaan mereka pada alat musik bass.

alt

Kisah empat pemain bass yang tergabung dalam Bassgenk ini berawal dari sebuah komunitas bass yang berlokasi di Surabaya. Ada sekitar 40 anggota dalam komunitas tersebut, dan mereka biasanya mengadakan berbagai acara yang menonjolkan bermusik menggunakan bass. Karena komunitas ini memiliki banyak anggota, para anggota ini kemudian saling membentuk band-nya masing-masing, hingga ada banyak sekali band yang bernaung di bawah komunitas ini dan kemudian ditampilkan dalam berbagai event musik yang diselenggarakan setelahnya.

 

Meskipun semua anggota sangat berdedikasi, ada lima pemain yang sangat menonjol di antara semua anggotanya. Lima pemain ini pun kemudian memutuskan untuk membentuk sebuah band, dan walaupun kemudian salah satu dari mereka mengundurkan diri dalam proses pembentukan konsep musik mereka, empat orang yang tersisa memutuskan untuk maju terus untuk menyalurkan hasrat mereka dalam bermusik bersama-sama. Pada bulan Juni 2010, keempat orang ini resmi dikenal sebagai sebuah grup musik terbaru.

Pada saat pertama kali mendengar konsep musik Bassgenk, kita mungkin merasa aneh. Kenapa? Karena sebuah band yang beranggotakan empat orang dan semuanya memainkan alat musik bass bersamaan tentu bukan hal yang biasa kita jumpai dalam dunia musik. Tapi keanehan ini tidak akan berlangsung lama, karena setelah meyaksikan Bassgenk tampil secara live, kita pasti akan terkagum-kagum oleh kepiawaian mereka dalam menggebrak dunia musik dengan konsep mereka yang berbeda.

“Setiap kali kami tampil di sebuah panggung, Bassgenk selalu mencoba untuk memberikan sesuatu yang berbeda dengan menampilkan lagu-lagu yang kami bagi dalam beberapa bagian. Biasanya saya mendapat bagian sebagai bassist bagian melodi, sementara yang lain berkonsentrasi di irama dan bassist utama. Karena itulah, suara bass di band ini jadi terdengar sangat harmonis,” ucap Sandi Oktavian, kapten dari Bassgenk. Dalam beberapa acara tertentu, Bassgenk biasanya menyewa pemain tambahan seperti keyboardist dan guitarists untuk memberikan sensasi yang berbeda. Terinspirasi dari beragam genre musik diantara para anggotanya, Bassgenk akhirnya memilih pop-jazz sebagai genre musik mereka. “Dalam banyak lagu, kami juga menambahkan sedikit sentuhan groove,” tambah Sandi lagi.

Mengenai debut,  meskipun sampai sekarang band ini belum membuat sebuah album, Bassgenk sudah tampil di berbagai even musik di Surabaya seperti Prambors Charity for Merapi dan bahkan menjadi opening act untuk Barry Likumahua Project (BLP) saat konsernya di Surabaya. Selain itu, band ini juga berhasil menjadi salah satu finalis dari Jazz Competition, AXIS Road to Java Jazz 2011! “Kami bersyukur bisa sampai sejauh ini walaupun band ini masih terbilang baru,” ucap Sandi dengan bersemangat.

Bila ditanya mengenai apa kegiatan yang mereka harapkan bisa mereka lakukan dalam waktu dekat untuk debut selanjutnya, Sandi menyatakan kalau Bassgenk berniat untuk membuat sebuah album mini yang akan memuat juga beberapa lagu tradisional Indonesia. “Kami meyukai lagu-lagu tradisional dan berencana untuk melakukan beberapa cover lagu-lagu tersebut pada waktu luang kami nanti!” tambah Sandi (@ivanachristabel, dari jazzuality.com)

alt


Terakhir Diupdate (Rabu, 01 Juni 2011 09:11)

 

PostHeaderIcon Temukan Kami di Facebook

Find us on Facebook
Visitors Counter
114788
Hari IniHari Ini1178
KemarinKemarin1599
Minggu IniMinggu Ini6369
Bulan IniBulan Ini9847
Setiap HariSetiap Hari1147885
Browse this website in: