PostHeaderIcon Bertekad Terus Mengurangi Siswa Putus Sekolah

Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) bertekad terus berupaya mengurangi siswa putus sekolah. Tahun 2009, angka putus sekolah di Indonesia masih sekitar 13,68 juta. Menurut Ketua Yayasan Lembaga GNOTA, Jeannette Sudjunadi : orang tua tetap dibutuhkan untuk mencegah siswa putus sekolah. Orang tua asuh tetap dibutuhkan meski ada dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN. Dana ini dialokasikan khusus untuk sekolah, bukan untuk kebutuhan bagi siswa.

GNOTA diluncurkan sejak tahun 1996 dengan target mendukung wajib belajar 9 tahun. Menurut Ketua Yayasan Lembaga GNOTA saat ini  telah disalurkan sebanyak 2,3 juta paket bantuan bagi siswa, baik berupa uang maupun perlengkapan sekolah.Untuk setiap anak di tingkat SD memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp180 ribu per tahun dan siswa SMP sebesar Rp240 ribu per tahun. Sedangkan untuk paket peralatan sekolah diberikan berupa alat tulis serta buku.Bantuan GNOTA ini diberikan bagi siswa kurang mampu. Peran orang tua asuh sangat dibutuhkan karena anak yang putus sekolah masih banyak. Terlebih lagi jumlah keluarga miskin di Indonesia masih sekitar 13%. Paskabergulirnya reformasi, minat menjadi orang tua asuh tidak sebagus sebelum reformasi. Sementara itu melalui program Berbagi Untuk Maju disalurkan dana sekitar Rp478 juta untuk 1.432 siswa SD dan 760 siswa SMP di Jabar yang terancam putus sekolah (Info ini hadir dalam Orange Squash Monday Skullah, Senin 22 November pk.15.00-18.00 WIB - Sumber: mediaindonesia).

 


Terakhir Diupdate (Selasa, 23 November 2010 06:25)

 

PostHeaderIcon Temukan Kami di Facebook

Find us on Facebook
Visitors Counter
114786
Hari IniHari Ini1155
KemarinKemarin1599
Minggu IniMinggu Ini6346
Bulan IniBulan Ini9824
Setiap HariSetiap Hari1147862
Browse this website in: