PostHeaderIcon Orang Kaya Baru The Movie

 

Sutradara: Ody C Harahap
Produksi : Screenplay Films, Legacy Pictures
Produser: Sukhdev Singh, Wicky V Olindo
Penulis: Joko Anwar
Pemeran: Raline Shah, Derby Romero, Lukman Sardi, Cut Mini, Fatih Unru, Refal Hadi
Rating (Usia): 13+
Genre: Komedi, keluarga
Durasi: 99 Menit
Bahasa: Indonesia
 

 

“Duit kalau sedikit cukup, kalau banyak gak cukup.”

 

Siapa yang tidak ingin menjadi kaya dan menikmati segala kemewahan hidup? Tentu kita semua ingin, kan? Apalagi bisa belanja sesuka hati tanpa mikir bayarnya. Ini hanyalah impian semata bagi keluarga ini, yang terdiri Bapak, Ibu, dan ketiga anak mereka, Tika, Duta, dan Dodi. Mereka harus hidup pas-pasan dengan naik metro mini, motor butut, memakai sepatu yang sudah sangat rusak, bahkan pura-pura menjadi tamu di acara pernikahan orang lain yang tak dikenal demi makan enak. Semua hal ini biasa mereka jalani setiap hari.

 

Satu yang berbeda dari keluarga ini dibanding keluarga lain di kota besar, setiap hari mereka semua tetap berkumpul untuk makan malam bersama. Meskipun dengan lauk seadanya, suasana selalu terasa hangat dengan kasih sayang satu sama lain. Ini hal paling berharga yang keluarga mereka miliki.

 

Hidup keluarga ini tiba-tiba berubah saat Bapak mendadak meninggal dunia. Kesedihan kehilangan orang terkasih hingga beban ekonomi yang semakin menumpuk menjadi tambahan penderitaan mereka. Lalu datang sepasang pengacara yang mengaku diutus oleh Bapak saat masih hidup. Keduanya mengantar warisan terakhir yang sangat mencengangkan! Bapak selama ini merahasiakan bahwa ia memiliki uang yang sangat banyak, peninggalan kedua orang tuanya. Uang itu selama ini disimpan di bank, dan baru dikeluarkan saat ia sudah tidak ada. Tentu warisan ini ia persembahkan untuk seluruh anggota keluarga. Alasan Bapak sederhana. Dia ingin agar anak-anaknya dapat belajar hidup susah dan tidak mudah terbuai dengan kemudahan karena harta melimpah.

 

Keluarga mereka kini mendadak kaya. Bisa membeli semua hal yang mereka inginkan. Semuanya! Ini bukan mimpi, tetapi benar-benar nyata terjadi.  

 

Namun mereka memiliki tantangan yang baru. Apakah dengan kekayaan melimpah mereka tetap dapat mempertahankan nilai-nilai hidup yang selama ini mereka pegang? Apakah ajaran sang Bapak dulu saat mereka miskin, tetap dapat mereka jalankan? Apakah keluarga mereka tetap mempertahankan kebiasaan makan malam, yang dapat menjadi ajang komunikasi, interaksi dan saling menyayangi satu sama lain?


 

PostHeaderIcon Temukan Kami di Facebook

Find us on Facebook
Visitors Counter
684543
Hari IniHari Ini1052
KemarinKemarin1946
Minggu IniMinggu Ini2998
Bulan IniBulan Ini21570
Setiap HariSetiap Hari684543
Browse this website in: